Titik Koordinat Dalam Regresi Spasial

Titik Koordinat Dalam Regresi Spasial

Pada bahasan regresi spasial baik konsepsi maupun penggunaan software pendukung yaitu GWR4, kita bertemu dengan istilah koordinat atau titik koordinat yang menunjukkan posisi wilayah (spasial) dari data yang kita miliki. Sebagai orang awam mungkin mengira dengan memiliki pengetahuan yang sedikit tentang geografi titik koordinat dapat dengan mudah diperoleh. Pada kenyataanya perlu ilmu dan keahlian khusus untuk dapat memperoleh koordinat tersebut. Selain itu untuk mencocokan titik koordinat yang sudah didapat pun diperlukan perlakuan agar titik koordinat tersebut cocok untuk diaplikasikan pada software yang kita miliki (misal : GWR4 untuk kebutuhan pengolahan data).

Pada kesempatan ini kita akan sama-sama belajar tentang koordinat tersebut, titik koordinat dapat diperoleh salah satunya dengan alat yang dinamakan dengan GPS atau kepanjangan dari Global Positioning System (Sistem Pencari Posisi Global). Untuk smartphone zaman now sudah banyak menggunakan teknologi GPS ini, tapi mungkin masalahnya apakah smartphone ini dapat menghasilkan data yang betul-betul kita kehendaki. Data yang kita kehendaki bagi pengalikasian dalam regresi spasial adalah dalam bentuk format lintang (latitude) dan bujur (longitude), nah dengan alat khusus GPS ini format titik koordinat dalam bentuk lintang (latitude) dan bujur (longitude) ini dapat diperoleh.

Global Positioning System (GPS)

GPS, singkatan dari Global Positioning System (Sistem Pencari Posisi Global), adalah suatu jaringan satelit yang secara terus menerus memancarkan sinyal radio dengan frekuensi yang sangat rendah. Alat penerima GPS secara pasif menerima sinyal ini, dengan syarat bahwa pandangan ke langit tidak boleh terhalang, sehingga biasanya alat ini hanya bekerja di ruang terbuka. Satelit GPS bekerja pada referensi waktu yang sangat teliti dan memancarkan data yang menunjukkan lokasi dan waktu pada saat itu. Operasi dari seluruh satelit GPS yang ada disinkronisasi sehingga memancarkan sinyal yang sama. Alat penerima GPS akan bekerja jika ia menerima sinyal dari sedikitnya 4 buah satelit GPS, sehingga posisinya dalam tiga dimensi bisa dihitung. Pada saat ini sedikitnya ada 24 satelit GPS yang beroperasi setiap waktu dan dilengkapi dengan beberapa cadangan. Satelit tersebut dioperasikan oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat, mengorbit selama 12 jam (dua orbit per hari) pada ketinggian sekitar 11.500 mile dan bergerak dengan kecepatan 2000 mil per jam. Ada stasiun penerima di bumi yang menghitung lintasan orbit setiap satelit dengan teliti. 

Gambar 1. Contoh Gambar GPS

Sebetulnya GPS adalah suatu sistem yang dapat membantu kita mengetahui posisi koordinat dimana kita berada. Sedangkan untuk menerima sinyal yang dipancarkan oleh GPS, kita membutuhkan suatu alat yang dapat membaca sinyal tersebut. Yang biasa kita sebut sebagai GPS, yang sebenarnya merupakan alat penerima. Karena alat ini dapat memberikan nilai koordinat dimana ia digunakan maka keberadaan GPS merupakan terobosan besar bagi SIG.

Konversi Titik Koordinat Hasil GPS

Koordinat adalah suatu titik yang didapatkan dari hasil perpotongan dari garis lintang (latitude) dengan garis bujur (longitude) sehingga akan menunjukan lokasi pada suatu daerah. Umumnya koordinat dibedakan menjadi koordinat Geographic dan Universal Transver Mercator (UTM). Pada Koordinat Geogprahic dibedakan menjadi tiga berdasarkan satuannya yaitu :

  1. Degree, Decimal (DD,DDDD) Contoh : S 3.56734 E 104.67235
  2. Degree, Minute (DD,MM,MMMM) Contoh : S 3⁰ 43,5423’ E 104 33,6445’
  3. Degree, Minute, Second (DD,MM,SS,SS) Contoh : S 3⁰ 43’ 45,22” E 104 33’ 33,25”

Pada Bujur (Longitude) (X) merupakan garis yang perpindahannya secara vertical dan pada Lintang (Lattitude) (Y) merupakan garis yang mempunyai perpindahan secara horizontal, perpotongan antara garis bujur dan garis lintang akan membentuk suatu titik pertemuan yang biasa disebut dengan titik koordinat. 

Gambar 2. Longitude (X) dan Lattitude (Y)

Koordinat umumnya dituliskan dengan format DMS (DegreeMinuteSecond), terkadang juga dituliskan dengan format decimal (cat: jika berada dibelahan bumi Utara dan Timur maka bernilai positif dalam hal ini untuk nilai Lintang atau Latitude dan Bujur atau Longitude).

1. Untuk konversi DMS to Decimal, sebagai berikut :

>>> Misalkan Koordinat Site A : 80 11’ 16.00’’ S   dan   1140 55’ 54.00’’ E <<<

Untuk konversi lintang/latitude, sebagai berikut :

=  (nilai Degree) + (nilai Minute/60) + (nilai Second/3600) ; hasilnya

= 8+(11/60)+(16/3600)

= 8.187778

= -8.187778

Karena berada di belahan  South/Selatan (Negative Earth), maka hasil akhirnya bernilai negatif. Hal yang sama untuk konversi Lintang/Longitude, di mana hasil akhirnya 144.931667 (bernilai positif, karena berada di belahan East/Timur (Positive Earth)).

2. Untuk konversi Decimal to DMS, sebagai berikut :

>>> Misalkan Koordinat Site A : -8.187778  dan   114.931667 <<<

Untuk konversi lintang/ latitude (-8.187778) , sebagai berikut :

> Nilai D/Degree diambil dari Nilai Integer bernilai positif, yaitu 8

> Nilai M/Minute diambil dari Nilai Integer ((Pecahan Nilai Degree) * 60)

= int (0.187778 * 60) = int (11.26668) = 11 , hasil akhirnya

> Nilai S/Second diambil dari ((Pecahan Nilai Minute * 60)

= (0.26668 * 60) = 16.0008 = 16.00 , hasil akhirnya dengan pembulatan

Pada proses pengaplikasiannya pada software Geographically Weighted Regression (GWR4) penggunaan koordinat untuk mengidentifikasi wilayah digunakan model Desimal. Yang perlu diperhatikan adalah kehati-hatian dalam penggunaan GPS, jika terkendala dalam memperoleh titik koordinat lokasi secara mandiri, sekarang banyak penyedia jasa dalam mencari koordinat-koordinat wilayah tersebut. Hanya saja akan menjadi cost tambahan dalam proses penelitian yang dilakukan. SEMANGAT MEMAHAMI !!!

Gambar 3. Konversi Data Koordinat GPS

Sumber : iwayansudana.wordpress.com

———————————————————————————————————————————————————-

  1. Jika rekan peneliti memerlukan bantuan survey lapangan, data entry ataupun olahdata dapat menghubungi mobilestatistik.com :
  1. Klik “Konsultasi Gratis” untuk mendapatkan informasi atau solusi terkait dengan pertanyaan-pertanyaan seputar metodologi penelitian, aplikasi software statistik ataupun olahdata.
  • “1st Kirim Pertanyaan, Pasti Kami Jawab . . . InsyaAllah”

———————————————————————————————————————————————————-

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *