Kepemimpinan Level 5, Good to Great, Jim Collins

Kepemimpinan Level 5, Good to Great, Jim Collins

Pada kesempatan kali ini mari kita sharing mengenai buku yang menarik yang berkaitan dengan bisnis, person dan manajemen yaitu Good to Great karya dari Jim Collins. Tanpa bermaksud untuk menggurui karena penulis sendiri sangat minim pengetahuan pada aspek akademik di bidang bisnis dan manajemen, tulisan ini hanya coba sharing kepada pembaca mengenai pengalaman membaca penulis yang mungkin dapat juga dirasakan atau menstimulus pembaca untuk membaca keseluruhan isi buku yang berjudul Good to Great serta mengambil manfaat sebanyak-banyaknya bagi peningkatan kemampuan diri dan atau pada bisnis yang sedang atau akan dijalani.

Jim Collins adalah sebagai orang yang mempelajari perusahaan-perusaahan hebat yang lestari. Dia berperan sebagai guru bagi para pemimpin di sektor sosial maupun korporat. Setelah sebelumnya menjadi staf pengajar di Stanford University Graduated School of Business, di mana ia mendapatkan Distinguished Teaching Award, Jim kini bekerja di lab penelitian manajemennya di Boulder, Colorado.

Pada buku Good to Great, selama 5 tahun melakukan penelitian, Jim Collins dan timnya, setelah menyisir tumpukan data dan ribuan halaman wawancara, menemukan faktor-faktor kunci penentu kehebatan– mengapa sejumlah perusahaan berhasil membuat lompatan, sementara yang lainya gagal.

Apa yang menariknya dari buku ini, secara garis besar buku ini bercerita tentang bagaimana menciptakan suatu bisnis atau perusahaan yang “lestari” dibandingkan dengan menciptakan perusahaan yang “sukses luar biasa” dengan durasi yang relatif singkat. Selain itu menariknya buku ini dikarenakan apa yang dituangkan didalamnya merupakan hasil riset yang panjang dan kompleks dari perusahaan-perusahaan terbaik di US, Amerika sehingga apa yang tertuang didalamnya sangat menarik dan bersifat empirik.

Secara prinsipil pada buku tersebut terdapat 7 Bab atau 7 topik bahasan utama yang mengulas tentang menciptakan perusahaan yang Good to Great (lestari) diantaranya : Kepemimpinan Level 5, Siapa Dulu … Baru Apa, Menghadapi Fakta Keras, Konsep Landak, Kultur Disiplin, Akselelator Teknologi dan Roda Gaya dan Kumparan Bencana.   

Pada kesempatan kali ini kita akan coba ulas secara singkat bab pertama yang merupakan suatu pengantar atau langkah awal menuju suatu bisnis Good to Great (Lestari) dan juga pengantar atau langkah pertama yang harus dimiliki sebelum melangkah pada bab-bab selanjutnya berdasarkan pada apa yang tertuang dalam buku tersebut, yaitu Kepemimpinan Level 5. Lebih lanjut berdasarkan buku Good to Great levelisasi kepemimpinan seseorang pada perusahaan dapat digambarkan seperti piramida berikut.

good to great
Gambar 1. Hirarki Level 5, Good to Great , Jim Collins

Berdasarkan piramida tersebut di atas dapat kita ketahui bahwa levelisasi tersebut diantaranya.

  1. Level 1 : Individu Yang Sangat Cakap. Memberikan kontribusi produktif melalui bakat, pengetahuan, keterampilan dan kebiasaan kerja yang baik.
  2. Level 2 : Anggota Tim Yang Berkontribusi. Menyumbangkan kemampuan individual bagi pencapaian tujuan-tujuan kelompok dan bekerja efektif dengan orang lain dalam situasi kelompok.
  3. Level 3 : Manajer Kompeten. Menata orang dan sumber daya guna melakukan pencapaian efektif dan efisien akan tujuan yang sudah ditentukan sebelumnya.
  4. Level 4 : Pemimpin Efektif. Menyalakan komitmen pada dan dengan tekad baja mengejar, visi jernih nan memikat guna merangsang standar kinerja lebih tinggi.
  5. Level 5 : Eksekutif Level 5. Membangun kejayaan melalui racikan paradoksal, kerendahan hati dan tekad profesional.

Pembahasan pertama dari buku Good to Great yaitu Kepemimpinan Level 5  yang menyoal apakah yang dimaksud dengan Level 5 itu, sementara sisa pembahasan bab lainnya merupakan gambaran apa yang dilakukan pememimpin Level 5 (diantaranya Siapa Dulu … Baru Apa, Menghadapi Fakta Keras, Konsep Landak, Kultur Disiplin, Akselelator Teknologi dan Roda Gaya dan Kumparan Bencana).

Pada artikel ini kita akan megutip ikhtisar atau rangkumannya saja, lebih lengkap mengenai cerita dan data yang menjadi landasan intisari pada pembahasan bab Kepemimpinan Level 5, pembaca membaca langsung pada buku Good to Great, Jim Collins. Adapun poin-poin kunci pada bagian pertama dari buku Good to Great yang membahas tentang Kepemimpinan Level 5 diantaranya,

  1. Setiap perusahaan bagus ke hebat memiliki kepemimpinan Level 5 selama tahun-tahun penting transisi.
  2. Level 5 adalah hierarki lima tingkat kemampuan eksekutif, dimana level 5 adalah yang tertinggi. Pemimpin level 5 merupakan capuran paradoksal dari kerendahan hati dan profesional. Pastinya mereka ambisius, tetapi ambisi mereka pertama-tama dan terutama untuk perusahaan, bukan untuk diri sendiri.
  3. Pemimpin Level 5 membuka jalan bagi pennerus mereka untuk meraih kesuksesan lebih besar lagi di generasi berikutnya, sementara pemimpin egosentris Level 4 kerap membuka jalan bagi kegagalan penerus mereka.
  4. Pemimpin Level 5 menunjukkan kerendahan hati yang memikat, tidak menonjolkan diri dan biasa-biasa saja. Sebaliknya, dua pertiga perusahaan pembanding (dalam riset) memiliki pemimpin dengan ego pribadi raksasa yang menyebabkan perusahaan musnah atau terus menerus dalam kondisi biasa-biasa saja.
  5. Pemimpin Level 5 memiliki semangat yang kuat dan memiliki kebutuhan besar untuk memberikan hasil “lestari”. Mereka bertekad untuk melakukan apapun yang diperlukan untuk membuat perusahaan luar biasa, tak peduli betapa besar atau sulit keputusan yang ada.
  6. Pemimpin Level 5 menunjukkan ketekunan ala pekerja lapangan-lebih banyak kuda pembajak ladang ketimbang kuda pamer aksi.
  7. Pemimpin Level 5 mencari celah untuk menisbatkan kesuksesan pada faktor-faktor lain selain diri mereka. Namun, ketika keadaan berjalan buruk, mereka bercermin dan menyalahkan diri sendiri seraya mengambil tanggung jawab penuh. CEO pembanding kerap melakukan kebalikannya – mereka bercermin untuk menerima pujian atas kesuksesan, tapi melihat keluar jendela untuk menyalahkan faktor lain atas hasil mengecewakan.
  8. Salah satu tren paling merusak dalam sejarah masa kini adalah kecenderungan (terutama oleh dewan direksi) untuk memilih pemimpin selebritis yang memesona dan menyingkirkan pemimpin Level 5 potensial.
  9. Saya meyakini bahwa para pemimpin Level 5 potensial ada disekeliling kita semua jika kita tahu apa yang kita cari. Saya juga meyakini banyak orang memiliki potensi untuk berkembang menjadi Level 5.
  10. Pemimpin selebritis legendaris yang datang dari luar berkorelasi secara negatif dengan proses berubah dari bagus ke hebat. Sepuluh dari sebelas CEO bagus ke hebat datang dari dalam perusahaan, sementara perusahaan pembanding mencoba CEO dari luar enam kali lebih sering.
  11. Pemimpin Level 5 mengatribusikan sebagian besar kesuksesan mereka pada nasib baik, ketimbang kehebatan pribadi.
  12. Kami tidak mencari kepemimpinan Level 5 dalam penelitian kami, atau hal apa pun yang serupa, tetapi data-datanya begitu berlimpah dan meyakinkan. Ini adalah temuan empiris, bukan ideologis.

Terlepas apakah kami berhasil menjadi Level 5, tujuan itu patut di coba. Sebab seperti semua kebenaran dasar mengenai apa yang terbaik dalam diri manusia, saat kita menangkap sekilas kebenaran itu dan segala yang kita sentuh tidak akan menjadi lebih baik karena upaya tersebut. (Jim Collins)

Yang perlu kita sadari bersama bahwa untuk membangun suatu perusahaan yang bagus (bahkan perusahaan yang lestari) tidaklah bersifat instant (jangka waktu cepat). Dalam bab pertama buku Good to Great pada perusahaan-perusahaan yang diteliti setidaknya perlu belasan bahkan puluhan tahun (20 s.d 25 tahun) dari perusahaan untuk menujukkan bahwa perusahaan tersebut hebat dan lestari (didalamnya memiliki pemimimpin dengan kapasitas Level 5). Karena berbasis pada riset dan data, selama periode yang lama tersebut perusahaan mencatatkan kemajuan yang signifikan dengan tren naik salah satunya pada harga saham dan pendapatan.

Lebih lengkap mengenai cerita hasil riset yang didapati pada perusahaan-perusahaan US, Amerika tersebut sehingga digolongkan pada perusahaan yang hebat dan lestari, dapat dibaca pada buku Good to Great, Jim Collins, yang menurut penulis dapat dijadikan refrensi bacaan yang menarik dan memotivasi meskipun oleh para leader-leader yang sedang membangun sekalipun. SEMOGA BERMANFAAT. wallahu a’lam.

Sumber :

  • Good to Great, Jim Collins.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *