Indeks & Skala

Indeks & Skala

Dalam sebuah penelitian survey terutama yang menggunakan kuisioner atau angket dalam proses mendapatkan data penelitiannya, kiranya perlu diketahui beberapa istilah atau konsepsi yang dapat membantu peneliti dalam membangun frame yang tepat dalam proses persiapan hingga pelaksanaan penelitian.

Ada dua konsepsi yang dibahas pada kesempatan kali ini, yaitu indeks dan skala dalam kaitannya dengan penelitian survey. Dalam literature metodologi, istilah indeks dan skala sering digunakan secara salah, seolah-olah keduanya mempunyai arti yang sama. Bila dipandang selintas, indeks dan skala ada persamaan, yakni keduanya adalah ukuran ordinal yang disusun sedemikian rupa sehingga dapat mengurutkan responden dalam urutan yang lebih tepat menurut variabel tertentu.

Indeks dan skala adalah ukuran gabungan untuk suatu variabel. Agar diperoleh ukuran yang lebih lengkap dan tepat, maka ukuran suatu variabel tidaklah semata-mata didasarkan pada satu pertanyaan, melainkan pada beberapa pertanyaan. Misal, untuk mengukur nilai ekonomi anak, digunakan indeks ekonomi anak yang terdiri dari beberapa pertanyaan (skala) dan skor responden adalah jumlah skor dari pertanyaan tadi (indeks).

Perbedaan pokok antara indeks dan skala terletak pada penentuan skor. Indeks adalah akumulasi skor untuk tiap pertanyaan. Jadi, kalau suatu indeks terdiri dari 5 pertanyaan dan setiap pertanyaan memiliki jenjang skor 1 sampai 3, maka skor indeks berkisar antara 5 dan 15. Sebaliknya, skala disusun atas dasar penunjukkan skor pada pola-pola atribut (indikator). Artinya, dalam penyusunan skala diperhatikan instensitas (bobot) struktur dari atribut-atribut yang hendak diukur. Untuk lebih jelasnya kita uraikan pembahasan indeks dan skala sebagai berikut :

  1. Penyusunan Indeks

Pada kebanyakan penelitian sosial, peneliti belum memberikan perhatian yang cukup serius pada instrumen pengukuran (skala atau indeks). Karena itulah seringkali ditemui indeks dan skala yang kurang baik dan hasil penelitian yang kurang dapat dipercaya.

Walaupun dikatakan bahwa indeks lebih sering dipakai dalam penelitian sosial, sebenarnya penyusunan indeks bukanlah pekerjaan yang mudah. Langkah-langkah yang perlu ditempuh dalam penyusunan indeks adalah sebagai berikut :

  • Menyeleksi pertanyaan

Indeks adalah ukuran gabungan yang disusun untuk mengukur suatu variabel tertentu. Salah satu kriteria yang dipakai untuk menentukan “apakah pertanyaan dapat dimasukan ke dalam suatu indeks”, adalah validitas muka. Misal, seorang peneliti ingin mengukur nilai ekonomi anak, maka pertanyaan-pertanyaan yang hendak dimasukan haruslah menunjukkan tingkat ketergantungan ekonomi responden pada anak-anak. Oleh karenanya, pertanyaan-pertanyaan yang menunjukkan nilai psikologis anak tidak dapat dimasukan ke dalam indeks nilai ekonomi anak, walaupun hubungan keduanya amat erat (unidimensonality).

  • Hubungan antar pertanyaan

Secara teoritis, pertanyaan-pertanyaan yang mengukur suatu variabel harus berhubungan satu sama lain. Pada indeks nilai ekonomi anak, pertanyaan-pertanyaan tersebut harus mempunyai korelasi cukup tinggi satu sama lain maupun secara keseluruhan, karena semuanya mengukur derajat ketergantungan responden kepada anak secara ekonomis.

  • Menentukan skor

Setelah pertanyaan-pertanyaan untuk suatu indeks ditentukan, maka langkah selanjutnya adalah menentukan skor untuk pertanyaan-pertanyaan tersebut. Skor ini kemudian dijumlahkan untuk mendapatkan skor gabungan. Pada tahap ini, ada dua keputusan yang harus dibuat oleh peneliti.

Pertama, peneliti harus membuat keputusan tentang jenjang (range) skor untuk indeks yang disusunnya. Ada peneliti yang menggunakan jenjang 3 (1, 2, 3), jenjang 5 (1, 2, 3, 4, 5), jenjang 7 (1, 2, 3, 4, 5, 6, 7), jenjang mana yang cocok sangat tergantung dari populasi penelitian.

Kedua, yang harus dibuat adalah mengenai skor yang akan diberikan pada setiap pertanyaan. Apakah setiap pertanyaan akan diberi skor yang sama atau diberi penimbang (weighting). Kalau peneliti tidak mempunyai alasan yang kuat untuk meragukan ketidaksamaan bobot pertanyaan pada suatu indeks, maka sebaiknya setiap pertanyaan dipandang memiiki bobot yang sama, dan skor masing-masing indeks adalah jumlah dari skor masing-masing pertanyaan.

  1. Penyusunan Skala

Semua indeks disusun dengan suatu asumsi : responden yang memiliki skor yang lebih tinggi pada suatu indeks juga memiliki kualitas yang lebih tinggi dalam hal yang dipertanyakan. Dengan demikian indeks diharapkan dapat menguatkan para responden secara ordinal menurut suatu variabel tertentu.

Yang tidak diperhatikan dalam penyusunan indeks adalah kenyataan bahwa tidak semua indikator suatu variabel mempunyai bobot yang sama beratnya. Sedangkan skala dapat mengurutkan responden-responden ke dalam urutan ordinal dengan lebih tepat karena dalam proses tersebut diperhatikan intensitas bobot dari tiap pertanyaan. Ada 4 teknik penyusunan skala yang banyak digunakan dalam penelitian sosial diantaranya :

  • Metode Bogardus

Salah satu contoh skala yang baik adalah skala jarak sosial Bogardus. Skala ini berusaha untuk mengukur tingkat kesediaan orang kulit putih untuk berhubungan dengan orang Negro.

Misal :

Pertanyaan

Jawaban

1.      Apakah saudara menerima orang hitam sebagai warga di negeri ini?
2.      Apakah saudara menerima orang hitam bekerja di kantor saudara?
3.      Apakah saudara menerima orang hitam sebagai teman se-klub?
4.      Apakah saudara menerima orang hitam menjadi tetangga saudara?
5.      Apakah saudara menerima orang hitam kawin dengan saudara?

Skor Total

Kita lihat bahwa kelima pertanyaan dalam contoh skala menunjukkan intensitas hubungan yang semakin meningkat. Responden menjawab “Ya” untuk pertanyaan no. 5 pasti akan menjawab “Ya” untuk pertanyaan-pertanyaan lainnya karena intensitasnya lebih rendah.

Skala Bogrdus tidak hanya berguna untuk mengukur hubungan antar ras, tetapi dapat diubah untuk mengukur sikap politik, hubungan orang tua dan anak, hubungan antar negara, dll.

  • Metode Thrustone

Yang merupakan ciri pokok metode ini adalah penggunaan panel yang terdiri dari 50 s.d 100 ahli untuk menilai sejumlah pertanyaan guna mengukur variabel tertentu. Jenjang skala kemudian ditentukan atas dasar pendapat para ahli. Ringkasnya tahapan yang harus ditempuh untuk penyusunan skala adalah sebagai berikut :

  1. Peneliti mengumpulkan sejumlah pertanyaan (40 s.d 50) yang relevan untuk variabel yang hendak diukur.
  2. Suatu panel ahli diminta menilai relevansi pertanyaan-pertanyaan tadi terhadap variabel yang hendak diukur dan memberikan skor (misal : 1 s.d 10). Pernyataan yang paling mendapatkan penilaian yang sangat berbeda dari panel disingkirkan dan pertanyaan yang mendapatkan penilaian yang hampir sama diikutkan dalam skala.
  3. Setelah nilai skala tiap pertanyaan ditentukan, dipilih sejumlah pertanyaan (10 s.d 20) yang mempunyai nilai yang merata untuk skala yang ditentukan.
  4. Untuk mencegah systematic-bias pertanyaan-pertanyaan sebaiknya disusun acak, tidak mengikuti urutan skala.
  5. Skor responden pada skala ini adalah nilai rata-rata (mean atau median) dari nilai petanyaan-pertanyaan yang dipilihnya

Penafsiran pada skala Thrustone sama seperti membaca skor pada skala Bogardus; respoden yang mempunyai yang nilai lebih tinggi, berarti lebih mempunyai penilaian yang positif.

Dalam praktek metode Thurstone, sudah jarang digunakan karena prosedur penyusunannya amat memakan waktu dan tenaga. Disamping itu penilaian para ahli amat tergantung pada pengetahuan mereka tentang konsep yang hendak diukur. Karena itu skala yang disusun oleh para ahli dapat berubah dan ditinjau kembali dari waktu ke waktu.

  • Metode Guttman atau Metode Skalogram

Yang hendak dipertahankan oleh skala Guttman adalah ketunggalan dimensi (unidimensionality). Artinya skala sebaiknya hanya mengukur satu dimensi saja dari variabel yang memiliki beberapa dimensi. Misal, walaupun variabel nilai anak mempunyai dimensi ekonomi, dimensi psikologi dan dimensi sosial, namun suatu skala nilai anak sebaiknya hanya mengukur salah satu dimensi.

Prinsip lain dari skala Guttman ini adalah seperti pada skala Bogardus dan Thurstone. Pernyataan-pernyataan mempunyai bobot yang berbeda dan apabila seorang responden menyetujui pernyataan yang lebih berat bobotnya, maka diharapkan akan menyetujui pernyataan-pernyataan yang bobotnya lebih rendah.

Untuk menilai ketunggalan dimensi suatu skala diadakan analisa skalogram untuk mendapatkan koefisien reprodusibilitas, Kr dan koefisien skalabilitas, Ks. Koefisien reprodusibilitas (Kr) dan koefisien skalabilitas (Ks) menunjukkan derajat ketepatan instrumen pengukuran untuk digunakan dalam survei.

Dimana :

Kr = 1 – e/n dan Ks = 1 – e/x

Dan

e = jumlah kesalahan ; x = jumlah kesalahan yang diharapkan atau c (n – Tn) dan c adalah kemungkinan mendapatkan jawaban yang benar. Karena jawaban adalah “Ya” dan “Tidak” c = 0,5 ; n = jumlah jawaban ; Tn = jumlah pilihan jawaban

Ringkasnya langkah-langkah yang harus ditempuh untuk menyusun skala dengan metode Guttman adalah sebagai berikut :

  1. Susunlah sejumlah pertanyaan yang relevan untuk mengukur variabel yang diteliti
  2. Pre-test pertanyaan tersebut pada suatu sampel sebesar lebih kurang 50 responden
  3. Singkirkan pertanyaan-pertanyaan yang memperoleh jawaban yang ekstrem, yang disetujui atau tidak disetujui oleh 80 persen responden
  4. Susun jawaban yang diperoleh dalam suatu tabel Guttman. Pada baris susunlah responden menurut skor total jawaban dari terkecil sampai terbesar. Pada kolom susunlah pernyataan-pernyataan dari yang paling banyak mendapatkan jawaban sampai yang paling sedikit
  5. Hitung koefisien reprodusibilitas (Kr) dan koefisien skalabilitas (Ks). Skala yang memiliki Kr = 0,90 dan Ks = 0,60 ke atas dapat diterima
  6. Skor skala Guttman dihitung dari jumlah jawaban “Ya” untuk peryataan-pernyataan dalam skala tersebut. Jadi kalau responden menjawab “Ya” untuk 6 peryataan dalam skala Nilai Ekonomi Anak, skor totalnya adalah 6
  • Metode Perbedaan Semantik

Skala perbedaan semantik berusaha mengukur arti objek atau konsep bagi seorang responden. Responden diminta untuk menilai suatu objek atau konsep pada suatu skala yang mempunyai 2 adjektif yang bertentangan. Skala bipolar ini mengandung unsur evaluasi, unsur potensi dan unsur aktivitas.

Menurut Osgood, ketiga unsur tersebut dapat mengukur 3 dimensi sikap, yakni

  1. Evaluasi responden tentang objek atau konsep yang sedang diukur
  2. Persepsi responden tentang potensi objek atau konsep tersebut
  3. Persepsi responden tentang aktivitas objek

Misal :

Untuk mengukur sikap petani tentang Program Bimas, dapat diukur skala perbedaan semantik, sebagai berikut :

Baik                     : 5_ : __ : __ : __ : _1 : Buruk

Menguntungkan  : __ : __ : __ : __ : __ : Tidak berguna

Menyenangkan    : __ : __ : __ : __ : __ : Tidak menguntungkan

Bermanfaat          : __ : __ : __ : __ : __ : Tidak bermanfaat

Ringan                 : __ : __ : __ : __ : __ : Berat

Aktif                    : __ : __ : __ : __ : __ : Pasif

Cepat                   : __ : __ : __ : __ : __ : Lambat

Langkah-langkah untuk menyusun suatu skala perbedaan semantik adalah sebagai berikut:

  1. Tentukan konsep atau objek yang hendak diukur
  2. Pilih pasangan ajektif yang relevan untuk konsep atau objek tersebut. Penentuan ajektif harus dilakukan secara empiris pada dua kelompok sampel yang berbeda
  3. Skor untuk seorang responden adalah jumlah skor dari pasangan ajektif

 

Dari uraian di atas sekiranya diperoleh pemahaman bahwa indeks dan skala adalah dua konsep penyusunan instumen penelitian yang berbeda. Yang perlu diperhatikan oleh peneliti adalah dasar teori atau pengetahuan teoritis atas isu permasalahan yang diangkatnya, karena hal ini mempengaruhi peneliti dalam penentuan jenis instrumen penelitian yang disusunnya apakah mempertimbangkan sebagai indeks dan atau skala. Sehingga aturan-aturan atau teknik dalam penyusunanya dapat menjadi perhatian yang lebih dan agar dapat menuntun peneliti pada proses penelitian atau eksplorasi penelitian yang lebih terarah dan berbobot. SEMANGAT MENELITI!!!

———————————————————————————————————————————————————-

  1. Jika rekan peneliti memerlukan bantuan survey lapangan, data entry ataupun olahdata dapat menghubungi mobilestatistik.com :
  1. Klik “Konsultasi Gratis” untuk mendapatkan informasi atau solusi terkait dengan pertanyaan-pertanyaan seputar metodologi penelitian, aplikasi software statistik ataupun olahdata.
  • “1st Kirim Pertanyaan, Pasti Kami Jawab . . . InsyaAllah”

———————————————————————————————————————————————————-

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *