‘HOW-WHAT’ Dalam Penelitian

‘HOW-WHAT’ Dalam Penelitian

Pada artikel sebelumnya kita sudah lebih mengenal tentang Statistika dalam lingkup yang terbatas. Pada kesempatan kali ini kita akan sedikit membahas lebih lanjut terkait dengan prinsip penelitian yang banyak kaitannya dengan pengguanaan statistika pada prosesnya.

  1. Tentukan Tujuan dari Riset

Melakukan riset merupakan sebuah proses dalam menemukan jawaban. Jawaban seperti apa yang kita cari dalam riset tergantung tujuan yang ditetapkan pada awal melakukan proses riset itu sendri. Saking pentingnya menentukan tujuan tersebut tidak jarang para peneliti menghabiskan waktu yang cukup lama untuk memastikan suatu fenomena layak dan perlu untuk diteliti.

Tujuan dari penelitian sangat penting dan sangat menentukan dalam penentuan tipe analisis yang digunakan (deskriptif atau inferensi) serta penentuan metoda atau alat statistik yang tepat untuk digunakan. Jadi yang perlu diperhatikan dalam proses penelitian guna menghasilkan hasil riset yang menarik dan inovatif adalah tujuan atas pemecahan permasalahan yang baik dan tepat guna.

  1. Pastikan Apa yang Diteliti itu Menarik

Apakah kriteria menarik dalam penelitian harus selalu ada? Memang tidak lah mutlak suatu fenomena yang menarik dapat membawa peneliti pada penggunaan statistik yang menarik juga, prinsip relative berlaku. Kadang kala hal-hal yang menarik dalam penyelesaian secara statistik hanya berupa deskriptif saja, sehingga penelitian hanya berupa eksplorasi. Tapi kadang kala hal yang sederhana mungkin membawa peneliti pada penggunaan statistik yang lebih beragam dan menantang.

Anyhow… memang hal menarik harus ditemukan terlebih dahulu agar motivasi untuk melakukan riset tumbuh dan berkelanjutan. Hal menarik berguna dalam menemukan tujuan yang menarik pula, dalam hal ini berlaku hukum simetris. Hal menarik bermanfaat dalam menciptakan kreasi yang menarik pula dalam hal pemanfaatan berbagai aspek statistik dalam menghasilkan hasil penelitian yang menarik pula. Jadi, hal menarik dalam penelitian harus dikelola dengan baik agar berbagai proses dalam penelitian, keberjalannya tetap menarik dan menghasilkan hasil yang menarik serta bermanfaat pula.

  1. Tentukan Tingkat Kepercayaan Atas Hasil Riset

Sudah selayaknyalah apa yang dihasilkan dalam riset, si peneliti memiliki rasa percaya diri yang tinggi atas hasil risetnya. Meskipun dalam segala sesuatunya memang tidak ada yang sempurna, akan tetapi amat lah penting seorang peneliti memiliki kepecayaan diri yang baik dalam mempertanggung jawabkan hasil risetnya. Ini sangat diperlukan agar hasil riset yang dihasilkan dapat secara meyakinkan diaplikasikan oleh berbagai pihak dalam berbagai kebutuhan yang berkaitan dengan pemanfaatan hasil riset.

Dalam statistik inferensi peneliti wajib memberikan taksiran level dari kepercayaan pada hasil risetnya. Ini berguna untuk memperkuat pembuktian dari asumsi awal atau hipotesis yang diajukan dalam risetnya. Dalam ilmu statistik level dari kepecayaan sering dinamakan alpha. Jika diartikan nilai alpha bermakna besar kekeliruan penelitian dimana menolak hipotesis atau asumsi dasar yang harusnya diterima. Jadi dalam hal ini semakin kecil alpha yang ditetapkan dalam riset mencirikan semakin presisi hasil riset yang diharapkan.

  1. Temukan Jawaban dan Pengembangan Apa yang Bisa Didapatkan

Mencari jawaban dari proses riset adalah sesuatu yang kompleks. Selain procedural yang harus peneliti lewati setahap demi setahap, yang penting juga kesabaran peneliti yang harus mantap. Riset merupakan suatu proses yang tidak sebentar, tiap tahapan riset penuh dengan serpihan-serpihan jawaban atas tujuan yang telah ditetapkan diawal. Perlu ketelitian dari peneliti untuk melakukan pencatatan secara terstruktur dan teliti atas temuan-temuan ataupun kelemahan-kelemahan yang terjadi selama proses penelitian. Jawaban atas suatu riset boleh jadi memuaskan dan boleh jadi tidak memuaskan, ini lah yang harus dipersiapkan oleh peneliti.

Kadang kala, peneliti hanya bisa menerima jika hasil dari risetnya memuaskan dan tidak menerima jika hasil dari risetnya tidak sesuai dengan harapan. Padahal dalam riset kunci utama yang dicari adalah jawaban pembuktian apakah asumsi awal atau hipotesis yang diajukan pada kondisi real sesuai dengan apa yang peneliti sangkakan atau tidak, bukan tentang salah dan benar. Ketika hasil riset yang sesuai dengan sangkaan peneliti bisa dimaknai bahwa phenomena yang sedang diteliti benar adanya dikarenakan didukung oleh data realitas yang dikumpulkan selama proses penelitian dan asumsi peneliti terbukti. Ketika hasil riset tidak sesuai dengan sangkaan peneliti bisa jadi ada 2 pemaknaan pertama bahwa phenomena yang sedang diteliti tidak benar adanya setelah pembuktian melalui data realitas yang dikumpulkan selama proses penelitian dan akhirnya asumsi peneliti tidak terbukti, kedua, boleh jadi phenomena yang sedang diteliti sebetulnya benar adanya akan tetapi selama proses penelitian terdapat kekeliruan-kekeliruan yang dilakukan sehingga data realitas yang didapat sebagai bahan untuk pembuktian juga menjadi keliru dan mendukung asumsi peneliti secara berkebalikan.

Oleh karenanya, penting untuk memiliki catatan yang terstruktur yang merekam setiap detail proses penelitian baik itu catatan yang berkaitan dengan data hasil penelitian maupun berbagai kesalahan prosedur yang dilakukan. Hal ini teramat berharga untuk dijadikan sebagai bahan penguat hasil penelitian dan sekaligus sebagai bahan koreksi apabila hasil penelitian yang dilakukan terdapat perbedaan hasil dengan konteks keumuman. Selain itu, dengan proses perekaman yang baik boleh jadi peneliti menemukan inovasi dalam hal prosedur penelitian atau eksperimen yang dapat menjadikannya nilai tambah dari penelitian, boleh jadi inovasi tersebut terkait pemangkasan lama waktu penelitian atau efisiensi biaya penelitian atau eksperimen yang didapatkan ataupun terkait temuan-temuan produk hasil penelitian atau eksperimen yang baru, jadi mulailah untuk menjadi peneliti yang “perfect” dalam hal recording. Lebih lanjut, dengan adanya perekaman hasil penelitian yang baik memudahkan untuk dilakukannya pengembangan lebih lanjut dari penelitian tersebut, baik itu dari segi prosedur penelitian atau tujuan penelitian atau produk capaian penelitian ataupun hanya sekedar untuk mensempurnakan kesalahan yang terjadi selama penelitian sebelumnya. Jadi mulailah para peneliti untuk peduli pada catatan-catatan penelitiannya.

  1. Pastikan Data Pendukung Riset Tersedia dan Mencukupi

Ilmu statistik pastilah berbicara tentang data. Data merupakan satuan terkecil yang diperoleh dari penelitian, yang jika diproses lebih lanjut dari data tersebut dapat menghasilkan suatu informasi terkait dengan penelitian. Salah satu fungsi dari proses penelitian adalah untuk memperoleh data real terkait dengan phenomena yang sedang diteliti. Data dalam penelitian menjadikannya penting untuk mengevaluasi atau membuktikan asumsi awal atau hipotesis yang telah ditetapkan di awal melalui serangkaian pengujian terhadap data yang diperoleh.

Selain ketersediaan data, data yang diperoleh dalam penelitiaan juga harus mencukupi. Dalam artian data yang didapatkan mewakili lokus yang dijadikan penelitian. Jika penelitian berkaitan dengan sampel dari suatu populasi maka sampel yang didapat dari populasi haruslah representative populasi baik dari ukuran sampel maupun karakteristiknya. Penting untuk diperhatikan bahwa kondisi sampel harus seidentik mungkin dengan karakteristik populasi untuk meningkatkan presisi hasil penelitian terhadap populasi tersebut. Begitu pun bagi penelitian lainnya yang melibatkan bagian dari keseluruhan objek/phenomena yang sedang diteliti.

  1. Keberlanjutan Dalam Riset

Prinsip yang harus dipegang oleh peneliti dalam riset adalah tidak ada titik akhir kepuasan pada hasil riset. Kenapa demikian, karena pada prinsipnya perkembangan ilmu pengetahuan tidak ada titik waktu akhirnya, except the entire world end. Jadi, keberlanjutan dalam proses penelitian haruslah tetap disampaikan pada masyarakat akademisi maupun praktisi.

Dikarenakan prinsip keberlanjutan itulah, pada dasarnya konsepsi statistik dalam penelitian pun akan terus berkembang menyesuaikan dengan perkembangan kondisi semesta yang terus berkembang. Jadi, statistik akan berkembang sebagai mana ilmu yang lainnya berkembang pula, semakin unik penemuan suatu phenomena maka akan semakin unik pula kemungkinan penggunaan statistik.

———————————————————————————————————————————————————-

  1. Jika rekan peneliti memerlukan bantuan survey lapangan, data entry ataupun olahdata dapat menghubungi mobilestatistik.com :
  1. Klik “Konsultasi Gratis” untuk mendapatkan informasi atau solusi terkait dengan pertanyaan-pertanyaan seputar metodologi penelitian, aplikasi software statistik ataupun olahdata.
  • “1st Kirim Pertanyaan, Pasti Kami Jawab . . . InsyaAllah”

———————————————————————————————————————————————————-

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *