Survey Online Konsumen Muslim Indonesia

Survey Online Konsumen Muslim Indonesia

Pada kesempatan kali ini kita akan sharing pengalaman kita di lapangan, survey online atau sebar kuesioner online, yang berbeda dengan sharing pada kesempatan sebelumnya. Survey online atau sebar kuesioner online kali ini, hendak menggali informasi atau perspektif dari warga Indonesia khususnya masyarkat Muslim Indonesia yang masih menggunakan transaksinya dengan bank konvensional, lebih lanjut informasi atau perspektif yang ingin diketahui adalah tentang pengetahuan terhadap bank syariah dan ketertarikan serta niat untuk menggunakan fasilitas bank Syariah dalam segala proses transaksi keuangannya. Sekali lagi bahwa persiapan fisik maupun pengetahuan terhadap medan lapangan yang akan dijadikan sasaran pengambilan data haruslah diperhatikan. Karena banyak hal-hal yang tidak bisa kita prediksikan dapat terjadi dan menjadi tantangan tersendiri di lapangan.

Objek dari survey lapangan atau sebar kuesioner lapangan kali ini dalam kategori cukup kompleks. Target spesifik yang menjadi kriteria dari responden adalah muslim Indonesia dengan kepemilikan rekening bank Konvensional. Tantangan yang dihadapi adalah ketertarikan calon responden terhadap konten kuesioner  yang membahasa tentang pengetahuan terkait riba, dalil qur’an serta ketertarikan untuk segera berpindah menggunakan layanan syariah pada proses perbankannya. .

Crew lapangan yang diturunkan pada survey lapangan kali ini sebanyak 3 orang. Crew yang well educated, bermental OK, PeDe, memiliki komunikasi yang baik dan behave yang menyenangkan bagi responden. Karena yang kita temui dilapangan well educated people. So, right person is a must.

Proses survey yang sangat challenging yang tim kita temui di lapangan, well  planning dan well strategy dalam melakukan survey lapangan kali ini sangat diperlukan sekali, sekali lagi cost and time effective dalam penelitian. Calon responden yang kita hadapi adalah responden memiliki kecenderungan untuk menolak sangat tinggi dikarenakan frame bermanfaatnya research dan tema sensitif yang disajikan dalam kuesioner. Sehingga diperlukan pemahaman akan spot-spot atau link responden yang tepat yang masuk dalam kriteria yang telah ditetapkan.

Saran dari kita lebih pada aspek perencanaan time line research yang harus well planning dan well organized. Networking atau Offering Benefits (voucher/souvennir) mungkin bisa jadi instrumen yang dapat mempermudah dan mempercepat dalam proses pengambilan data lapangan.

Sharing singkat ini, semoga bermanfaat dalam membantu rekan-rekan peneliti dalam membangun frame awal sebelum melakukan survey di lapangan. Kami akan share banyak pengalaman kami di lapangan pada kesempatan yang lain. SEMANGAT MENELITI!!!

———————————————————————————————————————————————————————–

Jika rekan peneliti memerlukan bantuan survey lapangan, data entry ataupun olahdata dapat menghubungi mobilestatistik.com :

Klik “Konsultasi Gratis” untuk mendapatkan informasi atau solusi terkait dengan pertanyaan-pertanyaan seputar metodologi penelitian.

  • “1st Kirim Pertanyaan, Pasti Kami Jawab . . . InsyaAllah”

———————————————————————————————————————————————————————–

Survey Online E-Payment Gen-Z di Jakarta

Survey Online E-Payment Gen-Z di Jakarta

Pada kesempatan kali ini kita akan sharing pengalaman kita di lapangan, survey online atau sebar kuesioner online, yang berbeda dengan sharing pada kesempatan sebelumnya. Survey online atau sebar kuesioner online kali ini, hendak menggali informasi atau perspektif dari warga Jakarta khususnya gen-Z (kelahiran 1995 s.d 2012) pengguna sarana e-payment (misal : mobile banking, Go-Pay, OVO dan sejenisnya), tepatnya informasi atau perspektif dalam hal mengevaluasi kegunaan dan penggunaan e-payment beserta kontinutias dari generasi Z (Gen-Z) dalam hal penggunaannya di kemudian hari. Sekali lagi bahwa persiapan fisik maupun pengetahuan terhadap medan lapangan yang akan dijadikan sasaran pengambilan data haruslah diperhatikan. Karena banyak hal-hal yang tidak bisa kita prediksikan dapat terjadi dan menjadi tantangan tersendiri di lapangan.

Objek dari survey online atau sebar kuesioner online kali ini dalam kategori cukup mudah. Target spesifik yang menjadi kriteria dari responden adalah warga Jakarta serta sebagai pengguna e-payment. Tantangan yang dihadapi adalah faktor U dari calon responden yang diharapkan serta kondisi pandemi Covid-19 yang membatasi ruang gerak tim di lapangan.

Crew lapangan yang diturunkan pada survey lapangan kali ini sebanyak 3 orang. Crew yang well educated, bermental OK, PeDe, memiliki komunikasi yang baik dan behave yang menyenangkan bagi responden. Karena yang kita temui dilapangan mulai dari usia remaja hingga usia dewasa. So, right person is a must.

Proses survey yang sangat challenging yang tim kita temui di lapangan, well  planning dan well strategy dalam melakukan survey lapangan kali ini sangat diperlukan sekali, sekali lagi cost and time effective dalam penelitian. Calon responden yang kita hadapi adalah responden memiliki kecenderungan untuk menolak cukup tinggi dikarenakan frame bermanfaatnya research, faktor U dan kondisi pandemi Covid-19 menjadi tantangan tersendiri di lapangan. Sehingga diperlukan pemahaman akan spot-spot atau link responden yang tepat yang masuk dalam kriteria yang telah ditetapkan.

Saran dari kita lebih pada aspek perencanaan time line research yang harus well planning dan well organized. Networking atau Offering Benefits (voucher/souvennir) mungkin bisa jadi instrumen yang dapat mempermudah dan mempercepat dalam proses pengambilan data lapangan.

Sharing singkat ini, semoga bermanfaat dalam membantu rekan-rekan peneliti dalam membangun frame awal sebelum melakukan survey di lapangan. Kami akan share banyak pengalaman kami di lapangan pada kesempatan yang lain. SEMANGAT MENELITI!!!

————————————————————————————————————————————————————————–

Jika rekan peneliti memerlukan bantuan survey lapangan, data entry ataupun olahdata dapat menghubungi mobilestatistik.com :

Klik “Konsultasi Gratis” untuk mendapatkan informasi atau solusi terkait dengan pertanyaan-pertanyaan seputar metodologi penelitian.

  • “1st Kirim Pertanyaan, Pasti Kami Jawab . . . InsyaAllah”

————————————————————————————————————————————————————————–

Survey Lapangan Psikologi Lingkungan Warga Jabodetabek

Survey Lapangan Psikologi Lingkungan Warga Jabodetabek

Pada kesempatan kali ini kita akan sharing pengalaman kita di lapangan, survey lapangan atau sebar kuesioner, yang berbeda dengan sharing pada kesempatan sebelumnya. Survey lapangan atau sebar kuesioner kali ini, hendak menggali informasi atau perspektif dari warga masyarakat usia dewasa kaitannya dengan perspektif psikologi lingkungan, dalam hal ini untuk memahami perilaku atau sifat manusia (personal characters) kaitannya dengan alam sekitarnya (pola hubungan dengan alam/nature). Sekali lagi bahwa persiapan fisik maupun pengetahuan terhadap medan lapangan yang akan dijadikan sasaran pengambilan data haruslah diperhatikan. Karena banyak hal-hal yang tidak bisa kita prediksikan dapat terjadi dan menjadi tantangan tersendiri di lapangan.

Objek dari survey lapangan atau sebar kuesioner lapangan kali ini dalam kategori gampang-gampang susah. Target spesifik yang menjadi kriteria dari responden adalah warga masyarakat dengan usia dewasa di wilayah Jabodetabek. Kriteria objek yang cukup mudah pada perkiraan awal karena seperti kita tahu bahwa warga masyarakat biasanya welcome dengan riset, apalagi dilakukan kaitannya dengan pendidikan. Pada realitanya didapati pula kesulitan tertentu, di antaranya adalah kemauan responden karena yang dipertanyakan dalam kueisoner tentang kepribadian atau karakter. Selain itu, juga kondisi sensitif Covid-19 yang mengharuskan dilakukan proses komunikasi ekstra agar maksud dari penelitian ini dapat tersampaikan dengan baik dan aman.

Crew lapangan yang diturunkan pada survey lapangan kali ini sebanyak 3 orang. Rata-rata tenaga yang kita pakai berusia antara 20 s.d 25 tahun. Selain muda semangatnya pun OK untuk menjaga kualitas hasil survey yang kita lakukan. Selain itu, crew yang well educated (rata-rata sedang menempuh perkuliahan) memberikan nilai plus tersendiri, selain dari pola bahasa dalam komunikasi yang baik, yang terpenting behave yang menyenangkan bagi responden kita.

Meskipun relatif tidak ada kendala yang berarti di lapangan yang tim kita temui, planning dan strategi yang terukur dalam melakukan survey lapangan tetap perlu diperhatikan. Perlu pendekatan kepada para tokoh masyarakat agar penerimaan warga terhadap tim lapangan kita tidak terkendala. Dan benefit-nya para tokoh masyarakat dapat secara tidak langsung menjadi pemandu bagi tim kita dilapangan. Dan hal ini memudahkan tim kita dilapangan dalam mendapatkan responden, sehingga berpengaruh pada proses pengambilan data di lapangan yang relatif lebih cepat.

Tools lain yang kita gunakan dalam mendapatkan target sampel adalah gimmick atau souvenir survey, hal sangat sepele tapi sangat bermanfaat dalam proses persuasif kepada calon responden. Meskipun perlu ada budget tambahan dalam RAB peneliti, akan tetapi hal ini worthed untuk dilakukan dalam mempercepat proses survey lapangan.

Sharing singkat ini, semoga bermanfaat dalam membantu rekan-rekan peneliti dalam membangun frame awal sebelum melakukan survey dilapangan. Kami akan share banyak pengalaman kami di lapangan pada kesempatan yang lain. SEMANGAT MENELITI!!!

—————————————————————————————————————————————————————————-

Jika rekan peneliti memerlukan bantuan survey lapangan, sebar kuesioner, online survey ataupun olahdata dapat menghubungi mobilestatistik.com :

  • WhatsApp (WA) : 081321709749

Klik “Konsultasi Gratis” untuk mendapatkan informasi atau solusi terkait dengan pertanyaan-pertanyaan seputar metodologi penelitian.

  • “1st Kirim Pertanyaan, Pasti Kami Jawab . . . InsyaAllah”

—————————————————————————————————————————————————————————-

Survey Online Pelanggan & Followers Fanspage Tokopedia

Survey Online Pelanggan & Followers Fanspage Tokopedia

Pada kesempatan kali ini kita akan sharing pengalaman kita di lapangan, online survey atau sebar kuesioner online, yang berbeda dengan sharing pada kesempatan sebelumnya. Online survey atau sebar kuesioner online kali ini, hendak menggali informasi atau perspektif dari pelanggan loyal Tokopedia kaitannya dengan dampak sosial media marketing (SMM) terhadap brand equity Tokopedia (pengguna fanspage Tokopedia di Facebook). Sekali lagi bahwa persiapan fisik maupun pengetahuan terhadap medan lapangan yang akan dijadikan sasaran pengambilan data haruslah diperhatikan. Karena banyak hal-hal yang tidak bisa kita prediksikan dapat terjadi dan menjadi tantangan tersendiri di lapangan.

Objek dari survey lapangan atau sebar kuesioner lapangan kali ini dalam kategori gampang-gampang susah. Target spesifik yang menjadi kriteria dari responden adalah remaja atau dewasa yang mengenal dan pernah melakukan aktifitas belanja online dan menggunakan aplikasi e-commerce Tokopedia sekaligus sebagai followers/likers fanspage Tokopedia di Facebook.

Crew lapangan yang diturunkan pada survey lapangan kali ini sebanyak 3 orang. Rata-rata tenaga yang kita pakai berusia antara 20 s.d 25 tahun. Selain muda semangatnya pun OK untuk menjaga kualitas hasil survey yang kita lakukan. Selain itu, crew yang well educated (rata-rata sedang menempuh perkuliahan) memberikan nilai plus tersendiri, selain dari pola bahasa dalam komunikasi yang baik, yang terpenting behave yang menyenangkan bagi responden kita.

Meskipun relatif tidak ada kendala yang berarti di lapangan yang tim kita temui, planning dan strategi yang terukur dalam melakukan survey lapangan tetap perlu diperhatikan. Calon responden yang kita hadapi adalah responden yang tetap memiliki kecenderungan untuk menolak selain dikarenakan issue yang melatarbelakangi survey lapangan ini, yaitu tentang Belanja (framing “konsumtif”), perlu diperhatikan juga level ekonomi dari responden untuk memastikan bahwa calon responden memenuhi kriteria yang ditargetkan (tampilan luar responden misal penggunaan smartphone, dll). Selain itu, perlu penjelasan yang persuasif dan ringan agar dapat meyakinkan calon responden atas tujuan survey yang dilakukan tidak menyentuh hal-hal yang sensitif tentang private information yang sangat dijaga kerahasiaanya oleh responden.

Easyness dari proses survey ini adalah jumlah populasi kriteria responden yang sangat banyak, sehingga memudahkan tim lapangan dalam memperoleh target sampel. Tools lain yang kita gunakan dalam mendapatkan target sampel tersebut adalah gimmick atau souvenir atau voucher survey, hal sangat sepele tapi sangat bermanfaat dalam proses persuasif kepada calon responden. Meskipun perlu ada budget tambahan dalam RAB peneliti, akan tetapi hal ini worthed untuk dilakukan dalam mempercepat proses survey lapangan.

Sharing singkat ini, semoga bermanfaat dalam membantu rekan-rekan peneliti dalam membangun frame awal sebelum melakukan survey dilapangan. Kami akan share banyak pengalaman kami di lapangan pada kesempatan yang lain. SEMANGAT MENELITI!!!

——————————————————————————————————————————————–

1. Jika rekan peneliti memerlukan bantuan survey lapangan, data entry ataupun olahdata dapat menghubungi mobilestatistik.com :

2. Klik “Konsultasi Gratis” untuk mendapatkan informasi atau solusi terkait dengan pertanyaan-pertanyaan seputar metodologi penelitian.

  • “1st Kirim Pertanyaan, Pasti Kami Jawab . . . InsyaAllah”

——————————————————————————————————————————————–

“Roda Deming” atau “Deming’s Wheel”

“Roda Deming” atau “Deming’s Wheel”

Sebelum kita coba sharing tentang salah satu ilmu statistika yang erat kaitannya dengan kehidupan industri yaitu Statistikal Proses Control (SPC) atau Statistical Quality Control (SQC), ada baiknya kita coba memahami suatu konsep tentang industri modern yang dikemukakan oleh Deming sehingga dikenal luas dengan istilah “Deming’S Wheel” atau “Roda Deming”

Suatu keniscayaan bahwa dalam proses yang ada pada “Roda Deming” akan melibatkan adanya suatu proses kontrol dan kaitannya dengan data yang dihasilkan dari proses tersebut maka memunculkan istilah Statistikal Proses Control (SPC) atau Statistical Quality Control (SQC).  Sebelum lebih lanjut kita bahas tentang SPC atau SQC ada baiknya kita coba pelajari dan pahami apa itu “Roda Deming” atau “Deming’S Wheel”.

Konsep Deming Tentang Sistem Industri Modern

Proses industri harus dipandang sebagai suatu perbaikan terus menerus (continous improvement), yang dimulai dari sederet siklus sejak adanya ide-ide untuk menghasilkan suatu produk, pengembangan produk, sampai distribusi kepada konsumen. Seterusnya berdasarkan informasi sebagai umpan balik yang dikumpulkan dari pengguna produk itu (konsumen) kita dapat mengembangkan ide-ide untuk menciptakan produk baru atau memperbaiki produk lama beserta proses produksi yang ada saat ini.

Dr. William Edwards Deming, seorang guru manajemen kualitas dari US, pada bulan Agustus 1950 dalam suatu konferensi dengan manajemen puncak di Hotel de Yama, Mount Hakone, Jepang, memperkenalkan suatu diagram yang memandang industri sebagai suatu sistem.

deming, wheel

Perbaikan performasi bisnis modern harus mencakup keseluruhan sistem industri dari kedatangan material sampai penyerahan produk kepada konsumen dan desain ulang produk (barang dan atau jasa) untuk masa mendatang. Dalam organisasi jasa, sumber-sumber A, B, C dan D, dapat menjadi sumber-sumber data atau kerja dari operasi sebelumnya seperti dokumentasi-dokumentasi yang berkaitan dengan permintaan konsumen, pembelian bahan baku dari pemasok, proses produksi, tingkat inventori yang ada, perhitungan biaya, pengiriman produk dari distributor sebagai konsumen antara atau ke konsumen akhir secara langsung dan lain-lain. Konsep sistem industri yang dikemukakan oleh Deming, selanjutnya populer dengan nama “Roda Deming” (Deming’s Wheel).

Roda Deming terdiri dari empat komponen utama, yaitu riset pasar, desain produk, proses produksi dan pemasaran. Deming menekankan pentingnya interaksi tetap antara riset pasar, desain produk, proses produksi dan pemasaran, agar perusahaan industri mampu meghasilkan produk dengan harga kompetitif dan kualitas yang lebih baik sehingga memuaskan konsumen. Deming menjelaskan bahwa roda itu harus dijalankan atas dasar pengertian dan tanggung jawab bersama untuk mengutamakan efisiensi industri dan peningkatan kualitas. Ia menjelaskan bahwa dengan cara menjalankan Roda Deming secara terus-menerus, perusahaan industri modern dapat memenangkan persaingan yang sangat kompetitif dan memperoleh keuntungan yang dapat dipergunakan untuk pengembangan usaha dan kesejahteraan tenaga kerja.

deming, wheel

Dari Roda Deming tampak bahwa berdasarkan informasi tentang keinginan konsumen (pasar) yang diperoleh dari riset pasar yang komperhensif, selanjutnya didesain produk sesuai keinginan pasar itu. Desain produk telah menetapkan model dam spesifikasi yang harus diikuti oleh bagian produksi. Bagian produksi harus meningkatkan efisiensi dari proses dan kualitas produk, agar diperoleh produk-produk berkualitas sesuai desain yang telah ditetapkan berdasarkan keinginan pasar itu, dengan biaya yang serendah mungkin. Hal ini dapat dicapai dengan menghilangkan pemborosan (waste) yang terjadi dalam proses produksi, melalui pengendalian proses statistikal terhadap produk (barang dan atau jasa) yang dihasilkan. Selanjutnya hasil dari proses produksi yang efisien dan berkualitas (yaitu produk yang memenuhi spesifikasi desain yang telah ditetapkan berdasarkan keinginan pasar) itu didistribusikan ke konsumen (distributor atau pengguna akhir produk) melalui bagian pemasaran dengan harga yang kompetitif. Bagian pemasaran dari industri modern selanjutnya bertanggung jawab langsung kepada konsumen, karena merekalah yang berhubungan langsung dengan konsumen itu. Setiap bagian dalam organisasi industri modern harus mendukung bagian desain, produksi dan pemasaran dalam meningkatkan kualitas bagi konsumen. Dalam Roda Deming siklus berulang kembali secara kontinu sepanjang waktu dalam praktek-praktek yang harus diperbaiki.

Suatu survei yang pernah diadakan dan telah berlaku umum menyatakan alasan-alasan mengapa pelanggan meninggalkan perusahaan antara lain : meninggal (1%), pindah (3%), membentuk kelompok lain (5%), alasan pesaing lebih baik (9%), produk mengecewakan (14%) dan sikap tidak berbeda dari perusahaan dalam memberikan pelayanan dari waktu ke waktu (68%). Alasan-alasan ini menunjukkan bahwa perlu adanya perbaikan terus-menerus (continous improvement) untuk mempertahankan loyalitas pelanggan kepada perusahaan.

Sumber :

Statistical Process Control, Vincent Gaspersz.

SEM Dengan Multi Sample

SEM Dengan Multi Sample

Pada kesempatan yang lalu, pada beberapa artikel yang sudah kita share sedikit banyak telah dikemukakan konsepsi analisis data dalam konteks data tidak dapat diamati secara langsung melainkan melalui indikator-indikator yang menyusunnya sehingga dikenal istilah variabel manifest dan variabel laten pada rumpun analisis model struktural (SEM). Dalam proses pengolahannya pun kita kenal dengan istilah SEM dalam konteks “parametrik” dan SEM dalam konteks “non-parametrik” sehingga memunculkan teknik penggunaannya dengan alat bantu sofware semisal Lisrel atau Amos untuk SEM “parametrik” dan SmartPLS untuk SEM “non-parametrik”. Sekilas kita kemukakan bagi para pembaca yang baru menemukan artikel ini untuk lebih lengkap mempelajari dan memahai kedua kosep tersebut pada artikel-artikel kita sebelumnya yaitu tentang analisis Structural Equation Modeling atau lebih familiar dengan sebutan SEM, baik itu secara teori maupun penggunaan softwarenya. Selain itu, kita juga sudah share juga perbandingan dari SEM “parametrik” dan SEM “non-parametrik” untuk memudahkan para peneliti (pemula terutama) untuk menentukan secara tepat tools yang digunakan pada data dan konsep penelitian yang dimilikinya.

Pada kesempatan kali ini kita akan coba ulas konsep lain dari SEM yang mana melibatkan lebih dari satu kelompok sampel. Pada pembahasan-pembahasan sebelumnya kita memframekan bahwa sampel atau data yang digunakan pada analisis SEM hanya terdiri dari satu kelompok data atau satu sampel. Ternyata dalam konteks penggunaan SEM pun dapat difasilitasi jumlah sampel lebih dari satu kelompok sampel. Sebagai awalan mari kita banyangkan penggunaan analisis pada rumpun uji beda (misal : uji beda t) pada klasifikasi uji beda dengan sampel independen satu sama lain, sehingga kita dapatkan pengujian apakah dari variabel yang dijadikan rujukan pengujian pada uji beda tersebut sama atau kah berbeda secara rata-rata antar kedua sampel tersebut. Nah, pada konteks analisis SEM yang dijadikan acuan perbandingan model antar dua kelompok sampel tersebut adalah terletak pada Koefisien Struktural (model struktural) dan atau pada Koefisien Pengukuran-nya (model pengukuran) dengan membuat salah satunya fixed (tetap) pada proses pengujiannya.

Lebih lanjut terkait dengan konsep pengujian SEM tersebut, kita akan uraiakan pada uraian berikut.

1. Variabel Moderasi

Variabel moderasi yaitu variabel yang mempengaruhi hubungan kausal antar sebuah variabel independen dengan sebuah variabel dependen. Dalam konteks analisis SEM, dikenal dengan istilah Ksi yang secara langsung mempengaruhi variabel Eta, serta hubungannya dengan variabel moderasi (VM) dengan Ksi terhadap Eta. Ketika 2 (dua) variabel berinteraksi (Ksi dan VM) keduanya berdeviasi dari means-nya (rata-ratanya) dalam arah yang sama maka dampak interaksinya (terhadap Eta) positif, sedangkan jika berlawanan arah maka dampak interaksinya negatif. Dalam hal dampak interaksi positif maka interaksi antara VM dan Ksi akan meningkatkan/memperkuat pengaruh Ksi terhadap Eta, sedangkan dampak interaksi negatif akan menurunkan/memperlemah pengaruh Ksi terhadap Eta. Dalam kontek pemaparan kali ini maka kita dapati 2 (dua) konteks penggunaan dari variabel moderasi diantaranya,

  • Pure Moderating Variable (variabel moderasi murni)

Varibel moderasi (VM) dimana VM tidak terlibat secara langsung dalam model, melainkan melalui hanya interaksi dengan variabel Ksi atau dengan kata lain tidak ada pengaruh langsung dari variabel VM terhadap Eta.

  • Quasy Moderating Variable (variabel moderasi kuasi)

Variabel moderasi (VM) dimana ketika VM selain melalui interaksi dengan variabel Ksi, VM juga terlibat secara langsung dan mempunyai hubungan kausal dengan variabel dependen, Eta.

Oleh karena konteks moderasi tersebut, maka dalam SEM kita mempunyai 2 pilihan pengerjaan (Rigdon, Schumacker dan Worthke, 1998):

  • Multi sample (multi-group) approach

Pendekatan ini kita pilih ketika salah satu atau kedua variabel yang berinteraksi adalah diskrit (atau kategorikal), atau dapat dibuat dalam bentuk diskrit. Dampak interaksi akan terlihat ketika ada perbedaan hasil estimasi parameter pada model yang sama dari sampel yang berbeda tetapi berkaitan.

  • Interaction model approach

Pendekatan ini kita pilih, ketika kedua variabel adalah kontinu. Tipe pendekatan ini umumnya banyak digunakan oleh peneliti pada umumnya. Dan pembahasannya seperti yang sudah kita paparkan pada artikel-artikel sebelumnya.

2. Pendekatan Multi Sampel (Multiple Group Approach)

Sebuah populasi bisa mengandung berbagai perbedaan seperti perbedaan negara, provinsi, perbedaan-perbedaan berdasarkan kultur atau ekonomi-sosial, grup-grup yang menerima perlakuan (treatment) yang berbeda, control grup dan lain-lain. Grup-grup yang berbeda ini juga bisa kita bentuk dalam sampel penelitian kita. Setiap grup akan berisi bagian dari sampel penelitian sesuai dengan klasifikasi atau kategori dalam variabel yang digunakan untuk membentuk grup. Variabel ini disebut sebagai variabel moderasi atau interaksi dan berbentuk diskrit atau kategorikal.

Byrne (1998) menambahkan bahwa dalam mencari variasi di antara grup-grup, peneliti biasanya mencari jawaban salah satu dari 5 (lima) pertanyaan berikut, yaitu :

  1. Apakah model pengukuran tidak bervariasi di antara grup-grup (group invariant)?
  2. Apakah model struktural tidak bervariasi di antara grup-grup?
  3. Apakah lintasan-lintasan (path) tertentu yang dispesifikasikan dalam model struktural tidak bervariasi di antara grup-grup?
  4. Apakah laten means dari konstruk-konstruk tertentu dalam model tidak bervariasi di antara grup-grup?
  5. Apakah muatan-muatan faktor dari model pengukuran tidak bervariasi diantara grup-grup?

Secara garis besar prosedur multisampel approach adalah sebagai berikut (Byrne, 1998) :

1. Estimasi model penelitian

Langkah pertama ini adalah mengestimasi model penelitian dengan menggunakan seluruh responden/kasus yang ada dalam sampel. Kita harus yakin bahwa model penelitian memiliki kecocokan data-model (GoF model) yang baik, memiliki model pengukuran dengan validitas dan reliabilitas yang baik, serta model struktural dengan estimasi koefisien struktural dengan estimasi koefisien struktural yang baik, sebelum melakukan analisis multisampel.

2. Pembagian sampel ke dalam grup-grup

Langkah kedua dilakukan dengan membagi sampel ke dalam kelompok-kelompok sesuai dengan kategori yang ada dalam variabel moderasi (VM) dan disimpan pada files yang berbeda. Hal ini dilakukan untuk memudahkan dalam proses analisis pada tahap berikutnya.

3. Pembentukan model dasar (base line model)

Yang dimaksud dengan model base line adalah model penelitian spesifik untuk setiap kelompok atau grup yang mempunyai kecocokan data dengan model (GoF model) yang baik. Dalam kaitannya dengan perbandingan di antara model-model dasar, Bollen (1989) membedakan ke dalam 2 (dua) dimensi yang saling melengkapi satu sama lain yaitu bentuk model dan keserupaan nilai parameter. Lebih lanjut ia menyatakan bahwa kebanyakan para peneliti mengasumsikan bahwa bentuk model adalah sama untuk semua grup dan mereka berkonsentrasi pada keserupaan nilai parameter dalam model tersebut di antara grup-grup.

Byrne (1998) mempunyai pendapat yang agak berbeda yaitu bahwa model dasar untuk setiap grup bisa saja berbeda, meskipun biasanya terbatas pada error covariance maupun adanya tambahan cross loading. Oleh karena itu, perlu dilakukan estimasi secara terpisah terhadap setiap model dasar menggunakan data yang ada dalam kelompok masing-masing.

4. Estimasi Multisample Model dengan parameter ditetapkan sama

Setelah model dasar setiap grup diestimasi dan dihasilkan model dasar dengan kecocokan data-model (GoF model) yang baik, maka pada langkah ini kita akan melakukan estimasi kedua model dasar tersebut secara serempak. Pada langkah sebelumnya kita melakukan estimasi terhadap model dasar sendiri-sendiri dan estimasi ini tidak mengandung between group constraint/batasan. Meskipun demikian, ketika kita menetapkan adanya batasan/constraint kesamaan terhadap beberapa parameter tertentu, maka data untuk semua grup harus diestimasi secara serempak/simultan agar diperoleh estimasi yang efisien. Adapun pola dari parameter yang ditetapkan (fixed) atau dibebaskan (free) mengikuti spesifikasi model dasar untuk setiap grup.

Pada multisample model ini kita menetapkan bahwa nilai parameter-parameter baik pada model pengukuran maupun model struktural dari kedua kelompok adalah sama (model kontrol/pembanding). Untuk parameter-paramater yang hanya ada pada salah satu model dasar tetap diikutkan pada model yang bersangkutan. (lebih jelas akan terlihat pada syntax SIMPLIS pada pemodelannya).

5. Estimasi Multisample Model dengan parameter berbeda

Langkah kelima mengandung estimasi multisampel dimana tidak semua parameter ditetapkan sama nilainya pada semua grup. Parameter-parameter yang ingin kita periksa perbedaan nilainya di antara grup, kita estimasi secara bebas sesuai grup masing-masing, sedangkan yang tidak kita periksa perbedaannya kita tetapkan sama (fixed) di semua grup. (lebih jelas akan terlihat pada syntax SIMPLIS pada pemodelannya)

6. Evaluasi perbedaan parameter di antara grup-grup

Langkah keenam mengandung pengujian statistik terhadap signifikansi perbedaan nilai parameter-parameter dari grup-grup yang diestimasi pada langkah kelima. Pengujian dilakukan dengan menghitung perbedaan chi-square c2 (Dc2)dan degree of freedom (Ddf) yang dihasilkan pada langkah keempat dan kelima. Dari hasil c2 sebesar Dc2 dan df sebesar Ddf dapat diperoleh nilai p value (dengan melihat tabel distribusi chi-square). Jika nilai p-value ≤ 0.05 maka perbedaan parameter-parameter yang dianalisis di antara grup adalah signifikan. Dan nilai p-value ≥ 0.05 maka perbedaan parameter-parameter yang dianalisis di antara grup adalah tidak signifikan.

….

Intinya dari awal pengujian pada data yang kita miliki, pastikan bahwa GoF pada model terpenuhi dengan baik. Hal ini penting agar model-model yang dihasilkan selanjutnya pun (model masing-masing grup) diharapkan memiliki GoF yang sama dengan model awalnya.

Pada artikel-artikel selanjutnya akan kita coba perlihatkan penggunaan software Lisrel dan SmartPLS dalam mengolah data multisampel yang dimiliki oleh peneliti. Penggunaan tipe SEM base nya tetap mengikuti aturan atau ketentuan-ketentuan yang telah kita uraikan pada artikel-artikel kita sebelumnya. Dan pada kedua software tersebut memfasilitasi pengolahan model SEM dengan adanya pembagian sampel atau multisample. SEMANGAT MEMAHAMI!!!

Sumber : Setyo Hari W, Structural Equation Modeling, Konsep dan Tutorial

———————————————————————————————————————————————–

1. Jika rekan peneliti memerlukan bantuan survey lapangan, data entry ataupun olahdata dapat menghubungi mobilestatistik.com :

2. Klik “Konsultasi Gratis” untuk mendapatkan informasi atau solusi terkait dengan pertanyaan-pertanyaan seputar metodologi penelitian.

  • “1st Kirim Pertanyaan, Pasti Kami Jawab . . . InsyaAllah”

———————————————————————————————————————————————–

Survey Lapangan Petani TaniFund/Crowde/IGrow di Jawa Barat

Survey Lapangan Petani TaniFund/Crowde/IGrow di Jawa Barat

Pada kesempatan kali ini kita akan sharing pengalaman kita di lapangan, survey lapangan atau sebar kuesioner, yang berbeda dengan sharing pada kesempatan sebelumnya. Survey lapangan atau sebar kuesioner kali ini, hendak menggali informasi atau perspektif dari para petani terkait adopsi sharing economy peer-to-peer lending (aplikasi pemodalan TaniFund, Crowde dan Igrow) dalam industri pertanian dan dampaknya terhadap keberlanjutan usaha tani. Sekali lagi bahwa persiapan fisik maupun pengetahuan terhadap medan lapangan yang akan dijadikan sasaran pengambilan data haruslah diperhatikan. Karena banyak hal-hal yang tidak bisa kita prediksikan dapat terjadi dan menjadi tantangan tersendiri dilapangan.

Objek dari survey lapangan atau sebar kuesioner lapangan kali ini dalam kategori sangat kompleks. Target spesifik yang menjadi kriteria dari responden adalah para petani yang melek internet dan smartphone. Seperti kita ketahui bersama bahwa kebanyakan petani yang ada di Indonesia berada di pelosok (desa atau kampung) yang sering kali belum melek atau terbiasa dengan smartphone dan internet. Tantangan ini lah yang menjadikan survey lapangan kali ini sangat kompleks, selain itu peta sebaran petani yang sangat private dari pihak penyedia aplikasi mengharuskan tim lapangan kita secara acak mencari spot sentral pertanian yang ada di Indonesia (khusunya : Jawa Barat).

Crew lapangan yang diturunkan pada survey lapangan kali ini sebanyak 6 orang. Rata-rata tenaga yang kita pakai berusia antara 20 s.d 25 tahun. Selain muda semangatnya pun OK untuk menjaga kualitas hasil survey yang kita lakukan. Selain itu, crew yang well educated (rata-rata sedang menempuh perkuliahan) memberikan nilai plus tersendiri, selain dari pola bahasa dalam komunikasi yang baik, yang terpenting behave yang menyenangkan bagi responden kita.

Oleh karena banyaknya kendala yang tim kita temui di lapangan, planning dan strategi yang terukur dalam melakukan survey lapangan sangat perlu diperhatikan. Calon responden yang kita hadapi adalah responden yang tetap memiliki kecenderungan untuk menolak sangat tinggi dikarenakan tingkat pendidikan (kepahaman akan penelitian/riset), kesempatan waktu yang dimiliki oleh petani, dan manfaat yang nantinya diperoleh oleh para petani. Perlu penjelasan yang persuasif dan ringan agar dapat meyakinkan calon responden atas tujuan survey yang dilakukan tidak menyentuh hal-hal yang sensitif tentang private information yang sangat dijaga kerahasiaanya oleh responden. Selain itu, penguasaan bahasa lokal atau pendekatan kepada tokoh masyarakat setempat akan sangat membantu dalam proses persuasif dan penyampaian pentingnya penelitian dapat tersampaikan dengan benar.

Easyness dari proses survey ini adalah spot sentral pertanian yang cukup banyak (khususnya di wilayah Jawa Barat), sehingga sedikt banyak memudahkan tim lapangan dalam memperoleh target sampel. Tools lain yang kita gunakan dalam mendapatkan target sampel tersebut adalah gimmick atau souvenir survey, hal sangat sepele tapi sangat bermanfaat dalam proses persuasif kepada calon responden. Meskipun perlu ada budget tambahan dalam RAB peneliti, akan tetapi hal ini worthed untuk dilakukan dalam mempercepat proses survey lapangan.

Sharing singkat ini, semoga bermanfaat dalam membantu rekan-rekan peneliti dalam membangun frame awal sebelum melakukan survey dilapangan. Kami akan share banyak pengalaman kami di lapangan pada kesempatan yang lain. SEMANGAT MENELITI!!!

————————————————————————————————————————————

Jika rekan peneliti memerlukan bantuan survey lapangan, data entry ataupun olahdata dapat menghubungi mobilestatistik.com :

Klik “Konsultasi Gratis” untuk mendapatkan informasi atau solusi terkait dengan pertanyaan-pertanyaan seputar metodologi penelitian.

  • “1st Kirim Pertanyaan, Pasti Kami Jawab . . . InsyaAllah”

————————————————————————————————————————————-

Survey Lapangan Karyawan Finance Perusahaan Retail Jabodetabek

Survey Lapangan Karyawan Finance Perusahaan Retail Jabodetabek

Pada kesempatan kali ini kita akan sharing pengalaman kita di lapangan, survey lapangan atau sebar kuesioner, yang berbeda dengan sharing pada kesempatan sebelumnya. Survey lapangan atau sebar kuesioner kali ini, hendak menggali informasi atau perspektif dari karyawan dengan posisi finance perusahaan retail di wilayah Jabodetabek pada semua level, tepatnya informasi atau perspektif dalam hal analisis faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja sistem informasi akuntansi (SAP). Sekali lagi bahwa persiapan fisik maupun pengetahuan terhadap medan lapangan yang akan dijadikan sasaran pengambilan data haruslah diperhatikan. Karena banyak hal-hal yang tidak bisa kita prediksikan dapat terjadi dan menjadi tantangan tersendiri di lapangan.

Objek dari survey lapangan atau sebar kuesioner lapangan kali ini dalam kategori sangat kompleks. Target spesifik yang menjadi kriteria dari responden adalah karyawanfinancepada semua level pada perusahaan retail di wilayah Jabodetabek. Kategori kompleks di sini adalah dimulai dari prosedural, biaya dan waktu serta effort tim lapangan.

Proses survey yang sangat challenging yang tim kita temui di lapangan, well  planning dan well strategy dalam melakukan survey lapangan kali ini sangat diperlukan sekali, sekali lagi cost and time effective dalam penelitian. Calon responden yang kita hadapi adalah responden memiliki kecenderungan untuk menolak sangat tinggi dikarenakan frame bermanfaatnya research dan traffic kerja di perusahaan manufaktur menjadi tantangan tersendiri di lapangan.

Saran kita berdasarkan pengalaman di lapangan diperlukan extra time untuk melakukan penelitian dengan kriteria responden dari institusi bisnis besar. Rencana time line research yang harus well planning dan well organized. Networking atau Offering Benefits mungkin bisa jadi instrumen yang dapat mempermudah dan mempercepat dalam proses pengambilan data lapangan.

Sharing singkat ini, semoga bermanfaat dalam membantu rekan-rekan peneliti dalam membangun frame awal sebelum melakukan survey di lapangan. Kami akan share banyak pengalaman kami di lapangan pada kesempatan yang lain. SEMANGAT MENELITI!!!

——————————————————————————————————————————————————————————–

1. Jika rekan peneliti memerlukan bantuan survey lapangan, data entry ataupun olahdata dapat menghubungi mobilestatistik.com :

2. Klik “Konsultasi Gratis” untuk mendapatkan informasi atau solusi terkait dengan pertanyaan-pertanyaan seputar metodologi penelitian.

  • “1st Kirim Pertanyaan, Pasti Kami Jawab . . . InsyaAllah”

—————————————————————————————————————————————————————————

Survey Lapangan Pelanggan GO-JEK Indonesia

Survey Lapangan Pelanggan GO-JEK Indonesia

Pada kesempatan kali ini kita akan sharing pengalaman kita di lapangan, survey lapangan atau sebar kuesioner, yang berbeda dengan sharing pada kesempatan sebelumnya. Survey lapangan atau sebar kuesioner kali ini, hendak menggali informasi atau perspektif dari customer loyal pengguna aplikasi GO-JEK Indonesia di Bandung dan Jabodetabek, perihal kesukaan menggunakan aplikasi dan keberlanjutan penggunaan di masa yang akan datang sebagai imbas efek dari konten media sosial yang dikelola oleh pihak GO-JEK Indonesia. Sekali lagi bahwa persiapan fisik maupun pengetahuan terhadap medan lapangan yang akan dijadikan sasaran pengambilan data haruslah diperhatikan. Karena banyak hal-hal yang tidak bisa kita prediksikan dapat terjadi dan menjadi tantangan tersendiri di lapangan.

Objek dari survey lapangan atau sebar kuesioner lapangan kali ini dalam kategori gampang-gampang susah. Target spesifik yang menjadi kriteria dari responden adalah pengguna loyal aplikasi GO-JEK di kota Bandung dan Jabodetabek. Kriteria objek yang cukup mudah pada awalnya karena seperti kita tahu bahwa tren aplikasi online (driver online) sedang hits sehingga untuk mendapatkan objek pengguna pun relatif lebih mudah pada awalnya. Realitanya diperlukan pengetahuan awal pada lokasi berkumpulnya calon responden (para pengguna aplikasi GO-JEK Indonesia) agar memudahkan dan effective dalam mendapatkan responden.

Crew lapangan yang diturunkan pada survey lapangan kali ini sebanyak 3 orang. Rata-rata tenaga yang kita pakai berusia antara 20 s.d 25 tahun. Selain muda semangatnya pun OK untuk menjaga kualitas hasil survey yang kita lakukan. Selain itu, crew yang well educated (rata-rata sedang menempuh perkuliahan) memberikan nilai plus tersendiri, selain dari pola bahasa dalam komunikasi yang baik, yang terpenting behave yang menyenangkan bagi responden kita.

Meskipun relatif tidak ada kendala yang berarti di lapangan yang tim kita temui, planning dan strategi yang terukur dalam melakukan survey lapangan tetap perlu diperhatikan. Calon responden yang kita hadapi adalah responden yang tetap memiliki kecenderungan untuk menolak selain karena faktor benefit yang akan didapatkan oleh responden. Selain itu, perlu penjelasan yang persuasif dan ringan agar dapat meyakinkan calon responden atas tujuan survey yang dilakukan tidak menyentuh hal-hal yang sensitif tentang private information yang sangat dijaga kerahasiaanya oleh responden.

Easyness dari proses survey ini adalah jumlah populasi kriteria responden yang sangat banyak, sehingga memudahkan tim lapangan dalam memperoleh target sampel. Tools lain yang kita gunakan dalam mendapatkan target sampel tersebut adalah gimmick atau souvenir survey, hal sangat sepele tapi sangat bermanfaat dalam proses persuasif kepada calon responden. Meskipun perlu ada budget tambahan dalam RAB peneliti, akan tetapi hal ini worthed untuk dilakukan dalam mempercepat proses survey lapangan.

Sharing singkat ini, semoga bermanfaat dalam membantu rekan-rekan peneliti dalam membangun frame awal sebelum melakukan survey dilapangan. Kami akan share banyak pengalaman kami di lapangan pada kesempatan yang lain. SEMANGAT MENELITI!!!

—————————————————————————————————————————————————————————-

1. Jika rekan peneliti memerlukan bantuan survey lapangan, data entry ataupun olahdata dapat menghubungi mobilestatistik.com :

2.Klik “Konsultasi Gratis” untuk mendapatkan informasi atau solusi terkait dengan pertanyaan-pertanyaan seputar metodologi penelitian.

  • “1st Kirim Pertanyaan, Pasti Kami Jawab . . . InsyaAllah”

—————————————————————————————————————————————————————————-

Survey Lapangan Karyawan Finance Perusahaan Jabodetabek

Survey Lapangan Karyawan Finance Perusahaan Jabodetabek

Pada kesempatan kali ini kita akan sharing pengalaman kita di lapangan, survey lapangan atau sebar kuesioner, yang berbeda dengan sharing pada kesempatan sebelumnya. Survey lapangan atau sebar kuesioner kali ini, hendak menggali informasi atau perspektif dari karyawan dengan posisi finance perusahan di wilayah Jabodetabek pada semua level, tepatnya informasi atau perspektif dalam hal determinan persepsi fraudulent financial reporting dalam fraud pentagon. Sekali lagi bahwa persiapan fisik maupun pengetahuan terhadap medan lapangan yang akan dijadikan sasaran pengambilan data haruslah diperhatikan. Karena banyak hal-hal yang tidak bisa kita prediksikan dapat terjadi dan menjadi tantangan tersendiri di lapangan.

Objek dari survey lapangan atau sebar kuesioner lapangan kali ini dalam kategori sangat kompleks. Target spesifik yang menjadi kriteria dari responden adalah karyawanfinancepada semua level pada perusahaan di wilayah Jabodetabek. Kategori kompleks di sini adalah dimulai dari prosedural, biaya dan waktu serta effort tim lapangan.

Proses survey yang sangat challenging yang tim kita temui di lapangan, well  planning dan well strategy dalam melakukan survey lapangan kali ini sangat diperlukan sekali, sekali lagi cost and time effective dalam penelitian. Calon responden yang kita hadapi adalah responden memiliki kecenderungan untuk menolak sangat tinggi dikarenakan frame bermanfaatnya research dan traffic kerja di perusahaan manufaktur menjadi tantangan tersendiri di lapangan.

Saran kita berdasarkan pengalaman di lapangan diperlukan extra time untuk melakukan penelitian dengan kriteria responden dari institusi bisnis besar. Rencana time line research yang harus well planning dan well organized. Networking atau Offering Benefits mungkin bisa jadi instrumen yang dapat mempermudah dan mempercepat dalam proses pengambilan data lapangan.

Sharing singkat ini, semoga bermanfaat dalam membantu rekan-rekan peneliti dalam membangun frame awal sebelum melakukan survey di lapangan. Kami akan share banyak pengalaman kami di lapangan pada kesempatan yang lain. SEMANGAT MENELITI!!!

—————————————————————————————————————————————————————————-

1. Jika rekan peneliti memerlukan bantuan survey lapangan, data entry ataupun olahdata dapat menghubungi mobilestatistik.com :

2. Klik “Konsultasi Gratis” untuk mendapatkan informasi atau solusi terkait dengan pertanyaan-pertanyaan seputar metodologi penelitian.

“1st Kirim Pertanyaan, Pasti Kami Jawab . . . InsyaAllah”

—————————————————————————————————————————————————————————-